Teori Psikologi Behavioristik (Skinner)

Teori Psikologi Behavioristik Skinner telah menjadi landasan pemahaman dan modifikasi perilaku manusia selama lebih dari 70 tahun. Berbeda dengan teori psikologi yang berfokus pada proses mental internal, pendekatan Skinner berfokus pada apa yang dapat diamati secara langsung: perilaku dan konsekuensinya.

Siapa B.F. Skinner?

Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) adalah seorang psikolog Amerika yang dikenal sebagai tokoh utama aliran behaviorisme. Berbeda dengan pendahulunya John B. Watson yang menekankan pentingnya stimulus-respons, Skinner lebih tertarik pada bagaimana konsekuensi dari suatu perilaku memengaruhi kemungkinan perilaku tersebut akan diulangi di masa depan.

Dasar-Dasar Teori Psikologi Behavioristik Skinner

Pengkondisian Operan: Jantung Teori Skinner

Konsep inti dalam Teori Psikologi Behavioristik Skinner adalah pengkondisian operan. Berbeda dengan pengkondisian klasik Pavlov yang berfokus pada refleks, pengkondisian operan berhubungan dengan perilaku sukarela yang “beroperasi” pada lingkungan untuk menghasilkan konsekuensi.

Skinner berpendapat bahwa perilaku yang diikuti oleh konsekuensi menyenangkan cenderung diulangi, sementara perilaku yang diikuti oleh konsekuensi tidak menyenangkan cenderung tidak diulangi. Dengan kata lain, konsekuensi membentuk perilaku kita.

Jenis-Jenis Penguatan

Skinner mengidentifikasi dua jenis utama penguatan:

  1. Penguatan Positif: Menambahkan stimulus yang menyenangkan setelah perilaku untuk meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi. Contohnya: pujian setelah anak menyelesaikan tugas.